Dalam menyambut bulan Ramadhan, kadangkala kita lupa/tidak pernah mempersiapkan anak-anak yang masih kecil dan baru akan belajar puasa

Mengantarkan anak untuk berpuasa dan memahami maknanya, sungguh bukan pekerjaan yang mudah. Keberhasilan mengkondisikan anak, memerlukan persiapan sejak jauh hari.

Ada beberapa kiat yang bisa kita lakukan sebagai orang tua, untuk merancang pola pendidikan terbaik bagi putra-putri kita selama bulan Ramadhan.

 

1. Mengenalkan Ramadhan Lewat Cerita dan Mainan

Salah satu cara untuk mengenalkan Ramadhan kepada anak-anak kita adalah dengan kita memilih cerita-cerita mengenai kisah-kisah menarik seputar Ramadhan, baik mengenai sahabat atau Rasulullah yang berjuang di bulan Ramadhan, atau menggambarkan suasana puasa dan keutamaan bagi yang menjalankannya. Cara lain adalah dengan mengarang sendiri cerita yang ada hubungan dengan Ramadhan. Ini bisa dilakukan dengan cara menceritakan pengalaman kita menjalani ibadah puasa dimassa kecil kita.

Kita juga bisa memperkenalkan Ramadhan dengan mainan juga, dengan cara main puzzle yang bernuansa Islam, atau cara lain adalah dengan membeli mainan untuk komputer yang interaktif.

Ini semua bisa kita mulai seminggu atau beberapa hari sebelum datangnya bulan Ramadhan. Tergantung pada umur anak, kita bisa sekaligus juga mengajak anak untuk membuat rencana kegiatan selama bulan Ramadhan nanti dan menentukan target-target yang ingin mereka capai. Kita juga harus memberi harapan bagi mereka untuk mencapai target-targetnya.

Dengan mengenalkan Ramadhan lewat cerita dan mainan, suasana Ramadhan sudah terbangun dalam alam pikiran anak. Sehingga ia akan mengharapkan kedatangan bulan ini dengan penuh semangat dan antusias.

 

2. Membangun Suasana yang Kondusif

Membangun suasan yang kondusif itu penting juga, karena ini akan mempengaruhi semangat anak. Salah satu cara adalah dengan mengubah penataan rumah. Misalnya mempersiapkan ruang khusus untuk sholat berjama’ah dan tadarus al-Qur’an. Ajak anak-anak menghiasi ruang tersebut dengan tulisan-tulisan kaligrafi dan gambar-gambar Islami. Cara lain adalah dengan mengubah letak permainan, tv, buku, atau majalah yang bersifat umum, dan diganti dengan majalah atau buku-buku Islam.

Kamar tidur anak dapat dihias dengan tulisan hadist, ataupun semboyan seputar puasa atau bulan Ramadhan, yang akan membangkitkan semangat mereka jika nanti menahan lapar dan haus ketika puasa. Tempelkan juga target dan jadwal kegiatan yang telah disusun bersama anak, dan persiapkan stiker bintang yang siap ditempel untuk setiap rencana yang berhasil dicapai oleh anak kita. Kerjakan bersama anak agar ia termotivasi untuk mendapatkan bintang sebanyak mungkin sampai akhir Ramadhan. Di samping membangun suasana anggota keluarga, juga agar selama Ramadhan lebih banyak waktu yang dapat digunakan untuk kegiatan ibadah.

Kita bisa juga mengkondisikan lingkungan bermain dan kehidupan sehari-hari si anak dengan menyenangkan sehingga anak akan tertarik untuk mulai turut mencoba. Misalnya dengan mengundang kawan-kawan dekatnya untuk bersama-sama berbuka puasa di rumah. Bisa juga sahur bersama, dengan menginap di rumah. Perasaan senang tanpa tekanan dalam beribadah sangat penting bagi anak-anak. Jika ibadah merupakan paksaan, di benaknya akan tersimpan secara tak sadar, bahwa ibadah identik dengan tekanan.

Membiasakan anak melakukan shalat terawih berjama’ah di masjid, bisa menjadikannya sebagai pengalaman yang tak terlupakan. Tadarrus al-Qur’an dan mabit (menginap) di mushalla untuk i’tikaf, mengikuti pesantren Ramadhan, ikut berkeliling kampung membangunkan orang untuk makan sahur, semuanya akan sangat menarik karena hanya ada dalam bulan Ramadhan.

 

3. Penyusunan Menu Makanan yang Bergizi

Ibu dapat mulai menyusun menu dengan gizi yang seimbang untuk anak yang puasa. Juga mulai melatih pola makan dari 3 kali sehari menjadi 2 kali saja. Bila dilihat dari pola kebiasaan makan, berpuasa sebetulnya hanya memindahkan jam, atau mengurangi satu kali waktu makan saja. Bila biasanya makan 3 kali sehari, menjadi 2 kali, yaitu waktu sahur dan waktu berbuka puasa.

Penyusunan menu ini untuk menghindari terjadinya kekurangan zat gizi pada anak. Kecukupan gizi pada anak akan terpenuhi apabila saat berbuka dan makan sahur mereka mengkonsumsi makanan yang beragam dalam jumlah yang cukup.

 

4. Bersahur Bersama Keluarga

Bila esok mulai berpuasa, berarti malam sebelumnya kita akan melaksanakan sholat terawih dan sahur. Melatih anak-anak untuk berpuasa dapat dimulai dengan belajar bangun malam untuk makan sahur bersama.

Untuk menarik minat anak, siapkan menu makanan kegemarannya dan buat suasana sahur menyenangkan baginya sehingga tidak merasa berat bangun tengah malam. Biarkan anak makan di akhir waktu sahur. Awal puasa, biarkan mereka coba dulu puasa hanya setengah hari. Ia akan berbuka pada tengah hari karena masih latihan. Dengan cara latihan yang bertahap seperti itu, si anak tidak merasa berat lagi untuk melakukan puasa.

 

5. Khatimah

Banyak sekali manfaat yang kita bisa ambil dengan anak-anak berpuasa. Misalnya dari sisi kesehatan, ibadah puasa memberikan istirahat pada organ-organ pencernaan tubuh, termasuk sistim enzim dan hormonal, yang kemudian akan bekerja kembali dengan lebih sempurna.

Selain itu anak-anak yang mencoba untuk ikut berpuasa, sesungguhnya sedang dilatih untuk berdisiplin. Berdisiplin untuk bangun sahur pada malam hari, makan tepat waktu berbuka dan menahan nafsu. Termasuk sebagai latihan untuk taat pada perintah agama.

Latihan ini bukan hanya pada menahan lapar saja, tetapi lebih penting pada esensi berpuasa itu sendiri. Karenanya, bila memang belum waktunya anak puasa penuh, biarlah mereka berbuka di tengah hari. Termasuk dalam mendidik si kecil dalam hal puasa.

Pembiasaan puasa juga bisa mendidik anak-anak untuk jujur, misalnya mereka tetap berpuasa sekalipun teman-temannya di sekolah tidak. Kalaupun karena tidak kuat menahan lapar atau godaan teman ia terpaksa berbuka di luar rumah, anak juga bisa diajar untuk berterus-terang, bukan berbohong dan malu mengakui kesalahannya. Ini bisa dengan cara kita tidak marah sama mereka jika mereka berbuka karena tidak kuat atau karena godaan.

 

About these ads