PENDAHULUAN

                Dalam pembuatan laporan ini saya telah melakukan beberapa percobaan yang di dasari oleh:

  1. 1.     Perumusan Masalah
    1. Apakah faktor cahaya berpengaruh pada pertumbuhan tanaman biji?
    2. Apakah kadar pupuk berpengaruh pada pertumbuhan tanaman biji?
  2. 2.     Tujuan Percobaan

Untuk mengetahui beberapa faktor luar yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman dalam perkecambahan, faktor tersebut antara lain; cahaya dan pupuk.

  1. 3.     Latar Belakang Percobaaan

Adanya faktor eksternal/luar yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, faktor tersebut antara lain : cahaya dan pupuk.

  1. 4.     Variabel
  2. Variabel Bebas : perlakuan yang sengaja dibuat berbeda terhadap suatu obyek.

Dalam percobaan ini variabel bebasnya adalah kadar dan jenis pupuk yang berbeda dan penempatan yang berbeda.

  1. Variabel Terikat : variabel yang terjadi karena perlakuan yang tidak sama pada variabel bebas.

Dalam percobaan ini, variabel terikatnya adalah pertumbuhan biji kacang hijau dan fisiknya.

  1. Variabel Terkontrol : perlakuan yang sengaja dibuat sama dalam percobaan.

Dalam percobaan faktor cahaya yaitu jumlah biji kacang hijau, volume dan frekuensi penyiraman, jenis dan ukuran gelas, dan tebal kapas.

Dalam percobaan faktor pupuk yaitu jumlah biji kacang hijau, volume dan frekuensi penyiraman, jenis dan ukuran gelas, tebal kapas, jenis tanah, dan intensitas cahaya.

  1. 5.     Hipotesis
    1. Biji kacang hijau yang di tempatkan pada tempat yang banyak cahaya akan tumbuh lebih lama daripada tumbuhan yang di tempatkan di tempat kurang cahaya.

b.   Biji kacang hijau akan tumbuh lebih cepat apabila diberi pupuk.

 

 

 

 

 

 

 

 

    KEGIATAN

 

  1. A.    Judul
  • Pengaruh Faktor Luar (Cahaya dan Pupuk) Terhadap Pertumbuhan pada Tumbuhan
  1. B.    Tujuan
  • Dapat mengetahui pengaruh faktor luar pada pertumbuhan tanaman dalam perkecambahan
  1. C.    Dasar Teori
  • Faktor Eksternal/luar berpengaruh dalam proses perkecambahan, terutama karena cahaya dan pupuk.
  • Biji dalam keadaan dormansi tidak tumbuh, tetapi jika direndam di dalam air terjadi proses imbisisi biji, maka biji akan tumbuh dan berkecambah. Pertumbuhan bersifat kuantitatif.
  1. D.   Waktu Pelaksanaan

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus – 11 Agustus 2010.

  1. E.    Alat dan Bahan

ALAT

BAHAN

  1. Gelas Aqua        (10 buah)
  2. Pot Tanaman     (5 buah)
  3. Mistar                (1 buah)
  4. Pensil

 

  1. Kapas                          (secukupnya)
  2. Pupuk Tanaman Hias (secukupnya)
  3. Pupuk Kandang          (secukupnya)
  4. Tanah                          (secukupnya)
  5. Biji kacang hijau         (50 biji)
  6. Air                               (secukupnya)

 

  1. F.     Cara Kerja
  • Untuk mengamati Faktor Cahaya
  1. Menyiapkan 3 gelas Aqua, dan memberi tanda pada masing-masing gelas yaitu: A, B, dan C
  2. Membasahi  kapas menggunakan air, kemudian mengaturnya setinggi 1 cm dan memasukkannya ke dalam masing – masing gelas aqua.
  3. Memasukkan 5 biji kacang hijau kedalam masing-masing gelas

A                        B                          C                    gelas aqua

Biji kacang hijau

Kapas basah

  1. Meletakkan  gelas A di tempat terbuka ( banyak cahaya ), meletakkan gelas B di dalam ruangan, meletakkan gelas C di dalam laci
  2. Membasahi kapas setiap hari agar tidak kering dan
  3. Mengamati terhadap pertumbuhan dari masing-masing kecambah, dan mengukur tingginya
  4. Mencatat hasil pengamatan

 

  • Untuk mengamati Faktor Pupuk
  1. Menyiapkan 5 gelas Aqua
  2. Membasahi  kapas menggunakan air, kemudian mengaturnya setinggi 1 cm dan memasukkannya ke dalam masing – masing gelas aqua.
  3. Memasukkan 5 biji kacang hijau kedalam masing-masing gelas, dan menunggu hingga biji mengeluarkan akar
  4. Menyiapkan 5 pot tanaman yang telah diberi tanah, dan memberinya tanda dengan nama A, B, C, D, dan E
  5. Menanam hasil biji kacang hijau yang telah berakar dalam masing-masing pot
  6. Memberi perlakuan berbeda terhadap masing-masing pot yaitu :
    1. Pot A tidak diberi pupuk
    2. Memberi Pot B dengan pupuk kandang 1 sendok teh
    3. Memberi Pot C dengan pupuk kandang 2 sendok teh
    4. Memberi Pot D dengan pupuk tanaman hias 1 sendok teh
    5. Memberi Pot E dengan pupuk tanaman hias 2 sendok teh
    6. Membasahi pot tersebut menggunakan air secukupnya
    7. Meletakkan 5 pot tersebut pada tempat yang aman dan cukup sinar matahari, dan merawatnya dengan menyiraminya setiap hari, dengan air secukupnya
    8. Mengamati perubahan kecambah pada masing-masing pot, dan mengukur tingginya
    9. Mencatat hasil pengamatan

 

  1. G.  Data Pengamatan
  • Hasil Pengamatan karena Faktor Cahaya

Tinggi kecambah

Hari ke-

Gelas A (cm) /banyak cahaya

Gelas B (cm) /di dalam ruangan

Gelas C (cm) /di dalam laci

1

0

0

0

2

0.1 cm

0.5 cm

 0.7 cm

3

0.4 cm

1.5 cm

2 cm

4

0.6 cm

3.5 cm

5 cm

5

0.8 cm

5 cm

8 cm

6

1 cm

10 cm

15 cm

 

             

  • Hasil Pengamatan karena Faktor Pupuk

Perkecambahan dilakukan 2 hari

Tinggi kecambah setelah pindah ditanah

Hari ke-

Pot A (cm) /tanpa pupuk

Pot B (cm) /Pupuk kandang 1 sdt

Pot C (cm) /Pupuk kandang 2 sdt

Pot D (cm) / Pupuk T.hias 1 sdt

Pot E (cm) / Pupuk T.hias 2 sdt

3

1 cm

1.2 cm

2 cm

1 cm

1 cm

4

2 cm

3 cm

3.5 cm

2 cm

3 cm

5

6 cm

8 cm

8.5 cm

7 cm

8 cm

6

11.5 cm

13 cm

14 cm

12 cm

13 cm

7

18cm

21 cm

22.5 cm

19 cm

19.5 cm

8

20 cm

22 cm

23.5 cm

21 cm

21 cm

 

 

  1. H.  Analisis Data
  • Ø Pengaruh Faktor Cahaya

Keadaan kecambah

Hari ke-

Gelas A (banyak cahaya)

Gelas B (di dalam ruangan)

Gelas C (di dalam laci)

1

Biji kacang hijau menggembung sedikit, tetapi kulit belum merekah. Biji menggembung lebih besar dari A,dan kulitnya akan merekah. Biji menggembung lebih besar dari B, dan kulitnya mulai merekah agak lebar.

2

Kulitnya merekah dan tumbuh tunas. Kulit lebih merekah dan tunas mulai tumbuh. Kulitnya merekah lebih lebar dan tumbuh tunas.

3

Tunas lebih panjang dan kulitnya merekah lebih lebar. Kulit merekah setengahnya, dan tunas makin panjang. Kulitnya setengahnya mengelupas. Tunas bertambah panjang.

4

Kulitnya merekah lebar dan tunas bertambah panjang. Kulitnya hampir terkelupas semua. Akar mulai tumbuh beberapa. Daunya mulai muncul. Batang lebih tinggi. Kulit mengelupas semuanya. Batang tumbuh lebih tinggi namun agak loyo. Akar tumbuh beberapa dan tumbuh daun.

5

Kulit telah setengahnya terkelupas dan tunas lebih tinggi, namun akar belum tumbuh. Batang tumbuh lebih tinggi. Akar tumbuh lebih banyak dan panjang. Daunnya memanjang sampai 1 cm dan lebih lebar. Batang lebih tinggi tapi agak lemas dan kekuningan. Daun melebar. Akar bertambah panjang dan banyak.

6

Kulitnya mengelupas lebih lebar namun akar belum tumbuh. Batang tumbuh lebih tinggi . Akarnya bertambah banyak dan panjang. Daun bertambah panjang dan lebar namun berwarna hijau kekuningan. Batang tumbuh tinggi. Akar bertambah panjang dan banyak. Daun lebih panjang dan lebar berwarna hijau muda.

 

Grafik Pertumbuhan Terhadap Faktor Cahaya :

 

 

Pada pot A (banyak cahaya) partumbuhan tanaman sangat lambat daripada tanaman di pot B(didalam ruangan yang cukup cahaya) dan di pot C(didalam laci yang tidak ada cahaya).

Tanaman yang tidak mendapatakan cahaya akan lebih tinggi dibanding tanaman yang mendapatkan cahaya. Tumbuhan yang dipelihara dalam ruangan gelap menghasilkan batang yang tumbuh panjang tetapi dalam kondisi lemah (batang loyo), dan tumbuhan tampak berwarna pucat. Peristiwa pertumbuhan ini disebut gejala etiolasi.

Sebaliknya, tumbuhan yang dipelihara dalam kondisi cukup cahaya menghasilkan pertumbuhan batang kokoh, daun lebih berkembang, dan tumbuhan tampak berwarna hijau.

Hal itu disebabkan karena pada tempat yang cukup cahaya, hormon auksi dapat terurai sempurna, sehingga pertumbuhan tanaman akan lebih cepat daripada ditempat yang banyak cahaya.

Sehingga faktor cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

 

  • Ø Pengaruh Faktor Pupuk

Perkecambahan dilakukan 2 hari, yaitu hari pertama dan hari kadua.

Keadaan kecambah

Hari ke-

Pot A /tanpa pupuk

Pot B /Pupuk kandang 1 sdt

Pot C /Pupuk kandang 2 sdt

Pot D /Pupuk  T.hias 1 sdt

Pot E /Pupuk T.hias 2 sdt

3

Tunas yang ditanam mulai tumbuh Batang tunas tumbuh. Batang bertambah tinggi. Batang memanjang. Batang memanjang.

4

Batang lebih panjang dan lebih besar Batang lebih tinggi dan membesar Batang makin tinggi. Batang memanjang dan melebar. Batang memanjang dan melebar.

5

Batang semakin panjang. Biji mulai membelah untuk daun. Daun mulai terlihat dari biji. Batang bertambah panjang. Daun mulai terlihat. Batang makin tinggi. Daun mulai terbentuk dan batang meninggi Daun mulai terbentuk dan batang meninggi.

6

Batang lebih tinggi. Daun terlihat. Batang memanjang. Kulit terlepas. Daunya bertambah panjang dan lebar. Kulit biji terkelupas. Daun memanjang dan melebar. Batang makin tinggi. Kulit biji terlepas. Batangnya memanjang. Kulit biji terlepas. Batangnya memanjang.

7

Batang bertambah tinggi. Daun sempurna. Daun terbentuk sempurna. Batang semakin tinggi. Batang meninggi dan terbentuk daun sempurna. Batang meninggi. Daun berbentuk sempurna. Batang meninggi. Daun berbentuk sempurna.

8

Batang lebih tinggi dan kuat. Daun melebar lagi. Daun melebar. Batang kuat dan tinggi. Daun melebar. Batang lebih tinggi. Daun melebar. Batang lebih tinggi. Daun melebar. Batang lebih tinggi.

 

Grafik Pertumbuhan Terhadap Faktor Pupuk :

 

Tanaman yang di beri pupuk lebih banyak, maka pertumbuhannya pun juga lebih cepat daripada yang tidak diberi pupuk.

Pada pot B (diberi pupuk 1 sdt) tanamannya tumbuh lebih lambat daripada tanaman di pot C (diberi pupuk 2 sdt), hal tersebut dikarenakan jumlah pupuk di pot C lebih banyak daripada di pot B. Pupuk dapat mempercepat pertumbuhan batang, lebar daun dan akar tanaman. Pupuk banyak mengandung unsur-unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk prosas pertumbuhan.

Sehingga kadar pupuk mempengarui pertumbuhan tanaman.

  1. I.      Kesimpulan

Bahwa faktor cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan pada tanaman.

Membuktikan bahwa auksin terurai sempurna dalam tempat yang cukup cahaya.

Kadar pupuk dapat mempengaruhi partumbuhan pada tanaman.

Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh banyaknya unsur hara dalam tanah. Penambahan unsur hara dapat dilakukan dengan pemberian pupuk. Karena unsur hara diperlukan untuk proses fotosintesis yang digunakan pada proses pertumbuhan batang dan daun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Prawiroraharjono, Slamet.2004. Sains Biologi. Jakarta: Bumi Aksara

Tim MGMP. 2003. Sains Biologi. Klaten: Sinar Abadi

Tim MGMP. 2010. Buku Pendamping Biologi SMA. Klaten: Dinas P&K

http://www.google.com